terduduk diam ku menatapi semua yang terjadi dihadapku
bukan sesuatu yang menyenangkan ketika kupandangi semua
mengenaskan mungkin lebih tepat untuk menggambarkannya
bagai mencari keadilan hidup yang selama ini tak kupertanyakan
mereka duduk dengan dunianya yang entah seperti apa bentuknya
hanya dia dan Tuhan yang tau seperti apa dunia mereka itu
tersenyum, tertawa, menangis, berguling tanpa sebuah alasan
seakan telah terjadi sesuatu dalam dunia yang dimiilikinya
tak sepatah katapun terucap saat kupandangi mereka yang berjajar
mengucapkan kalimat-kalimat yang entah apa maksudnya
mencoba tersenyum untuk mereka saat mereka memberi senyum itu
menjawab setiap pertanyaan mereka seakan mengerti apa pertanyaan itu
membayangkan apa yang terjadi dalam dunia mereka saat mereka tersenyum
seakan dunia itu begitu indah dan begitu menyenangkan tanpa kesakitan
tidakkah mereka melihat betapa berbedanya dunia ini dengan mereka
seakan tidak menyadari semua perlakukan yang mereka terima selama ini
bagiku dunia sudah tidak adil bagi mereka dengan kondisi mereka sekarang
masih haruskan mereka menerima perlakuan yang tidak lebih dari binatang?
seakan keadilan benar-benar tak berarti bagi mereka karena kondisi mereka
sanggupkah kita menjalani dunia mereka yang kita tak pernah tau seperti apa
ketidak mampuan mereka menanggapi dunia ini seakan sebuah hinaan
sehingga mereka seakan tak pantas diperlakukan layaknya sebuah kenormalan
ketidak adilan itu seakan nampak jelas disetiap ucapan, tatapan
adakah yang lebih buruk dari semua yang kulihat dan kurasakan saat ini?
sejuta pertanyaan hadir dalam benakku dalam sekejap memandang
apakah ketidak adilan dunia ini hanya ada di mataku saja?
mengertikah mereka apa yang sebenarnya terjadi saat ini
atau inilah keadilan yang mereka tau selama hidup mereka
bagai sebuah ucapan syukur yang tak pernah berakhir selamanya
sebuah ucapan yang terlupakan karena banyak keluhan yang kuucapkan
bersyukur atas kesempurnaan yang mungkin tak sempurna seutuhnya
bahwa diri ini masih mampu melakukan apa yang harus kulakukan
cukupkah sebuah syukur mewakili semua yang kurasakan saat ini
penyesalan semakin bertumpuk atas kesia-siaan hidup yang telah kujalani
bagaimana mungkin aku mengeluh atas semua yang terjadi dalam hidup
sedangkan ada hidup yang jauh lebih mengerikan didepan mataku
namun saat ku pandangi senyum dan kemampuan mereka bertahan,
kusadari bahwa Tuhan begitu menyayangi mereka dengan cara yang unik
mereka hidup dalam dunia yang indah yang mungkin jauh lebih indah
yang jauh lebih adil dari dunia yang kita miliki saat ini disini
seakan Tuhan selalu bermain dengan mereka setiap saat tanpa berhenti
membuat mereka meninggalkan dunia yang sebenarnya tidak adil ini
jiwa mereka terbang ke dunia yang mereka miliki yg indah entah dimana
meninggalkan raga yang menjadi sebuah bukti nyata ketidakadilan dunia ini
namun bukan karena mereka tersenyum, mereka bahagia dengan semuanya
bukan karena mereka menangis, mereka merasakan semua kesedihan
hanya sebuah ketulusan yang mungkin pada akhirnya mengerti mereka
bukan keinginan memberi yang datang hanya sesaat saat kita inginkan
tempat ini mungkin jauh lebih baik daripada luntang lantung dipinggir jalan
tapi tidak lebih baik dari rumah sendiri saat mereka belum dibuang
perlakuan ini mungkin jauh lebih manusiawi daripada kesemena-menaan jalanan
tapi tidak lebih baik saat bersama orang tua sebelum mereka menyadi kekurangannya
syukuri hidupmu saat ini, nanti dan seterusnya bahkan selamanya
kita takkan pernah mengerti arti sebuah penderitaan sesungghunya
karena keadilan Tuhan hanya milik-Nya seorang tanpa kecuali
dan keadilan-Nya bukan keadilan dunia yang kita lihat saat ini
*behind the story:
tanggal 17 Juni 2012, g bareng anak" Run 100 ngadain baksos ke panti anak cacat mental. awal g sampe disana, g ketakutan abies bwt turun dari mobil karena begitu sampe mobil qt lgs d serbu sama belasan anak yang keterbelakangan mental ini. (bayangan paling tepat bwt ngegambarin ini adalah saat mobil u d serbu ma belasan zombie. kasar tapi kondisi paling menyerupai) setelah g turun g speechless ama keadaan disana. jujur emank gak separah bayangan g. tapi 10mnt setelah g disini, g mulai dapet sudut pandang yang berbeda dr yang selama ini d ceritain sama semua org. selama 1-3jam berikutnya, setengah badan g ngelayani mereka, tapi dibalik semua nya itu g gak berenti mensyukuri hidup yang g miliki sekarang dan menyesali gimana g uda nyia-nyiain idup g selama ini.
ada di sana seakan g d tampar ma kenyataan yang selama ini mungkin terlupakan atau mungkin kenyataan hidup yang sengaja kita lupakan yang ternyata guys..believe me ini mengerikan. jauh lebih mengerikan dari yang bisa g ucapin disini. mungkin semua jadi begitu mengerikan karena g melihat dari sudut lain yang bisa g liat bukan dari apa yg g denger selama ini. sekali lagi guys, hargai hidup kalian, seberantakan apapun hidup kalian saat ini, kalian masih jauh-jauh lebih beruntung daripada mereka.
~JeaneRoslaia~


0 comments:
Post a Comment