Sebuah pena tak berharga tersimpan disudut lacimu
Entah dari siapa pena itu, namun terus berada disana
Diam tak berarti dan tak tersadari keberadaannya
Meskipun dia dapat berteriak, menyuarakan hadirnya
Seorang aku tak berarti tersimpan disudut hidupmu
Entah bagaimana kumasuki hidupmu, dan terus berada disana
Diam tak berarti dan tak tersadari keberadaanku
Meskipun aku berteriak, menyuarakan hakehadiranku
Saat pembersih itu datang, membawa semua isi lacimu
Pena itu terbuang begitu saja tanpa pernah kau sadari
Meninggalkan sebuah coretan yang mungkin tak berarti
Namun bekasnya juga takkan pernah tergantikan
Saat waktunya tiba untuk meninggalkan hidupmu
Diriku terbuang begitu saja tanpa pernah kau sadari
Meninggalakan sebuah kenangan yang mungkin tak berarti
Namun bekasnya juga takkan pernah tergantikan
Sampai disaat kau sadari pena itu tak ada lagi disudut lacimu
Hanya ada sebuah penyesalan dan pencarian tak berujung
Memporak-porandakan seiisi dunia hanya untuk sebuah pena
Menyesali keacuhan mu yang tak pernah kau sadari
Sampai disaat kau sadari aku tak ada lagi disudut hidupmu
Hanya ada sebuah penyesalan dan pencarian tak berujung
Memporak-porandakan seisi dunia hanya untuk seorang aku
Menyesali keacuhan mu yang menyia-nyiakan diriku.
Ketika saat itu datang, maafkan aku yang tak lagi disisimu
Saat itu pula harus kau sadari kesempatan itu tak ada lagi
Bukan inginku membuatmu menyesali semua yg terjadi
Hanya saja bukan aku yang terbaik untuk hidupmu
Berhentilah membuang waktu mu untuk menarikku lagi
karena hanya kesia-siaan yang akan kau temui
Biarlah aku dan hidupku dan bahagiaku yang kini kudapat
Tanpa dirimu menghantui hari-hariku selamanya.
Dan biarlah kubahagia tanpa dirimu lagi seterusnya..
-JeaneRosalia-