Tuesday, July 12, 2011

Yang Ternyata Kesia-siaan

Posted by JeaneRosalia at 2:40 AM 1 comments
kutemukan kembali dirimu di tengah keramaian kota
larut dalam hiruk pikuk kesibukkan kota siang hari
membuat ku merasakan semua terhenti dalam detik
kenangan bertahun kembali menyerang benak ku

sekian lama ku coba menghapus bayangmu
mencari celah masa depan yang indah tanpamu
membuang jauh keindahan dirimu dari pikiranku
sesulit mengacuhkan bayangan gajah dari mataku

bukan satu hari atau satu tahun kubutuhkan 
bertahun yang panjang kuhadapi selama ini
membohongi diri bahwa kau tidak lagi berarti
menyangkal hati bahwa kau bukan sesorang

namun semua usaha seakan sia-sia dalam sedetik 
saat semua pandanganku tertuju hanya padamu
menyerang setiap sudut ingatan akan dirimu
memaksa keluar air mata yang sempat tertahan

membuatku tersadar kau tak pernah pergi dari hati ini
semua usaha melepasmu ternyata hanya sebuah sia-sisa
karena ternyata kutemukan dirimu lagi disudut hatiku
masih dengan sejuta kenangan yang kau bangun indah

entah sampai kapan semua ini akan benar-benar berakhir
hingga kumampu melenyapkan setiap bayang mu 
lenyap lah dari pandanganku sekarang dan seterusnya
pergilah dan bawalah semua, jangan sampai tertinggal

karena kau takkan tau sakit nya aku melihatmu kini
mengenang semua hanya dalam sebuah angan
tepati janji mu untuk takkan ada lagi d hadapku
hanya karena hadirmu sedetik lukaku semakin dalam

by
JeaneRosalia

Wednesday, July 6, 2011

Kembalilah Kelak

Posted by JeaneRosalia at 2:04 AM 0 comments
Sebutir demi sebutir titik hujan jatuh membasahi bumi
Seolah memberi titik harapan baru bagi sebuah kehampaan
Menyisakan jejak kehidupan yang datang kemudian
Menguapkan segala kekeringan yang pergi dan berlalu

titik berganti rintik dan semakin deras terasa di kulit
seakan menjanjikan hari esok yang lebih baik dari sekarang
menjatuhkan sejuta harapan yang tak tersadarkan
yang ternyata terlewatkan saat kita berlari menerjang nya

sedikit demi sedikit dengan lembut kau masuki dunia ku
tak pernah kusadari kehadiranmu yang ternyata begitu b'arti
perlahan menghujaniku dengan semua perhatian dan kedewasaan
tanpa memperdulikan kemanjaan dan kekanak-kanakanku

menemani ku disaat burukku tanpa pernah ku tau kau ada
mengajari betapa mudah nya hidup saat kita menikmatinya
dan ku hanya mampu menikmati semua yang kau berikan
walau ku tau ada masalah yang terus mengikuti kenikmatan itu

tapi kenapa begitu cepat semua berlalu tanpa bisa kuhentikan
baru kini kusadari kau telah menghujaniku dengan semua ini
membuatku menikmati rintik-rintiknya tanpa pernah tersadar
hingga kutau saat "mungkin kehilangan" mu ternyata didepan mataku

mengahalangi kepergian mu tidaklah mungkin dapat kulakukan
kau hanyalah mahluk bebas yang tak mungkin kugenggam
tapi ijinkan ku berharap kau kembali lagi menghujaniku
biarlah kudapat berharap walau harapan mungkin tak ada

by,
JeaneRosalia
 

My World, My Word Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review